Monday, January 5, 2009

Hot Stres

. Monday, January 5, 2009

Jogja tadi siang gerah banget..ayam yang dah montok-montok pada panting dan membuka sayapnya.Ayam bisanya cuma itu, ditambah banyak minum untuk mendinginkan temperatur tubuhnya.Beda dengan yang punya ayam, kalo panas bisa klekaran di depan kipas angin n minum es sirup. Stres panas pada ayam ternyata gak bisa dianggap remeh, karena akan menurunkan produktivitasnya, karena stres panas tersebut berkaitan dengan perubahan-perubahan fungsi fisiologi dan biokimiawi dalam tubuh ayam. Temperatur yang tinggi dapat menimbulkan stres dan membangkitkan perilaku hewani, fisiologi dan biokimiawi pada ayam, yang semuanya memerlukan energi yang pada akhirnya menurunkan performa ayam. Ayam layer yang memiliki temperatur optimal produksi 18-21'C, jka dalam lingkungan lebih dari 24.C dalam periode yang cukup lama, maka produksi, berat telur, serta kualitas kerabang turun yang ujung-ujungnya meningkatkan FCR yang membuat peternak merugi. Knapa panas dapat menurunkan produktivitas?hal ini sebagai akhibat menurunnya nafsu makan, sehingga zat-zat gizi yang diperlukan berkurang. Perilaku selama temperatur panas, yaitu panting sampai lebih dari 20x/menit. Sehingga aktifitas tubuh berkurang dengan sedikit makan tapi banyak minum. Sedangkan perubahan biokimiawinya yaitu penurunan Very Low Density Lipprotein (VLDL) dan Vitellogenin, yang merupakan faktor penting untuk sintesis kuning telur, otomatis berat dan ukuran telur berkurang. Panas menyebabkan metabolisme berlangsung cepat sehingga membutuhkan banyak oksigen sedangkan karbondioksida dalam darah berkurang, menyebabkan oksidasi asam lemak(glukoneogenesis) meningkat untuk memenuhi tuntutan energi. Stres panas juga dapat menurunkan kekebalan tubuh, karena terbentuknya radikal bebas, seperti ion hidroksil. radikal bebas ini menyebabkan gangguan metabolit dan gangguan sel berupa gangguan fungsi DNA, sehingga menyebabkan mutasi atau sitotoksik dan perubahan aktivitas enzim. Selama stres panas pusat respirasi otak bekerja keras. Kebutuhan oksigen meningkat dan kecepatan respirasi meningkat sehingga terjadi panting. Panting menyebabkan hilangnya air dalam tubuh lewat sistem respirasi. Hal ini tentu disertai meningkatnya viscositas darah, konsentrasi CO2 dalam darah menurun dan pernapasan bersifat alkalosis. Pertanyaannya, bagaimana upaya untuk menekan tingkat stress? 1. Memperbaiki metabolisme air dengan memberikan air dingin. Air dingin juga dapat menurunkan respirasi hingga 60%. 2. Pemberian larutan glukosa sebanyak 4% yang bertujuan mengurangi viscositas darah dan osmolalitas plasma 3.Pemberian vitamin K untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 4. Pemberian vitamin E sebagai antioksidan. 5. Pemberian vitamin C. Gitu aja infonya ttg stress panas pada ayam, smoga bermanfaat.

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com